The Intersection of Court Jurisdiction in Handling Cases Involving Children Born out of Wedlock Amidst Family Law Pluralism in Indonesia

Authors

  • Diana Rahmawati Faculty of Law, Lambung Mangkurat University, Indonesia
  • Abdul Halim Barkatullah Faculty of Law, Lambung Mangkurat University, Indonesia
  • Rachmadi Usman Faculty of Law, Lambung Mangkurat University, Indonesia
  • Nurunnisa Nurunnisa Faculty of Law, Lambung Mangkurat University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20527/.v11i2.319

Keywords:

court authority, illegitimate children, Islamic Personality Principle

Abstract

The purpose of this study is to analyze (1) the consistency of the absolute authority limits of Religious Courts and General Courts in handling cases of illegitimate children, and (2) the application of the Principle of Islamic Personality in resolving cases of illegitimate children in judicial practice in Indonesia. This study uses a normative (doctrinal) legal research method to examine the norms and regulations of judicial authority related to handling cases of illegitimate children. The approaches used include the statute, conceptual, and case approaches. The legal materials analyzed consist of primary legal materials and secondary legal materials. First, the pluralism of family law in Indonesia has given rise to a dualism in jurisdiction between Religious Courts and General Courts regarding handling cases of illegitimate children. This has the potential for violations of the absolute authority of the Religious Court institution found in several decisions, including those related to illegitimate children submitted by Muslim parties handled by the District Court. This is influenced by several factors, including historical factors, similarities in disputed objects in civil law, legal vacuum in regulating illegitimate children, as well as different interpretations of the Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010. In addition, Religious Courts tend to use a stricter approach in granting requests/lawsuits related to illegitimate children. The results of the second study showed that violations of the absolute jurisdiction of Religious Courts not only violate the provisions of the law but also ignore the Principle of Islamic Personality as the basis of the authority of the Religious Courts, which has the potential to be revoked. Moreover, there are decisions that contradict the substance of Islamic Law.

References

Books

Aprita, Serlika, Reny Okprianti, and Yudistira. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Kencana, 2024.

Asnawi, M. Nasir. Hukum Acara Perdata: Teori, Praktik, dan Permasalahannya di Peradilan Umum dan Peradilan Agama. Yogyakarta: UII Press, 2017.

Dahwadin, and M. Hasanudin. Peradilan Agama di Indonesia. Wonosobo: Mangkubumi, 2020.

Dajatmiko, Wahyu Prijo. Budaya Hukum dalam Masyarakat Pluralistik. Yogyakarta: Thafa Media, 2021.

Harahap, M. Yahya. Kedudukan Kewenangan dan Acara Peradilan Agama: UU No. 7 Tahun 1989. Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Journal

Airlangga, Achmad Rizky, Faiq Muhammad Zufar, and Syahputra Aditya Kusrin Surbakti. “Transformasi Kewenangan Peradilan Agama Pasca Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974.” Presidensial 2, no. 4 (2025): 235–42. https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i4.1375.

Disantara, Fradhana Putra. “Konsep Pluralisme Hukum Khas Indonesia sebagai Strategi Menghadapi Era Modernisasi Hukum.” Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam 6, no. 1 (2021): 1–36. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v6i1.1129.

Hamzani, Achmad Irwan. “Nasab Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010.” Jurnal Konstitusi 12, no. 1 (2015): 57–74. https://doi.org/10.31078/jk1214.

Hartini. “Asas Personalitas Keislaman dalam Penetapan Asal-Usul Anak Luar Kawin ke Pengadilan Negeri.” Arena Hukum 15, no. 1 (2022): 107–34. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2022.01501.6.

Mansur, Atoillah, and Saefullah Yamin. “Penerapan Hukum Progresif untuk Penegakan Hukum di dalam Putusan Hakim yang Berkeadilan.” Yustitia 10, no. 2 (2024): 271–89. https://doi.org/10.31943/yustitia.v10i2.285.

Maroa, Mustating Daeng, and Arianti A. Ogotan. “Batas Persinggungan Kewenangan Mengadili Sengketa Hak Milik antara Pengadilan Agama dengan Pengadilan Negeri.” Jurnal Yustisiabel 4, no. 2 (2020): 155–71. https://doi.org/10.32529/yustisiabel.v4i2.734.

Muttaqin, Ahmad Arif Khoirul, and Nur Kholis Majid. “Pergeseran Kompetensi Yurisdiksi antara Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri: Kajian Sosiologi dan Pluralisme Hukum.” Jurnal Serambi Hukum 19, no. 1 (2026): 424–35. https://journal.uniba.ac.id/index.php/SH/article/view/1475.

Permata, Cindera, and Zezen Zainul Ali. “Implikasi Asas Personalitas Keislaman terhadap Penyelesaian Sengketa antara Muslim dan Non-Muslim di Pengadilan Agama.” Jurnal Dialog 45, no. 2 (2022): 181–94. https://doi.org/10.47655/dialog.v45i2.663.

Rahmawati, Etika. “Penerapan Asas Personalitas Keislaman di Pengadilan Agama Pontianak dalam Perkara Perkawinan bagi Pasangan yang Beralih Agama.” Al-Adl: Jurnal Hukum 10, no. 2 (2018): 157–72. https://doi.org/10.31602/al-adl.v10i2.1361.

Rajib, Rayi Kharisma, A. Dhiya’ul Haq, and Muhammad Abidin. “Pluralisme Hukum Waris dan Konflik Keluarga: Analisis Putusan No. 284/Pdt.G/2014/PN Jkt.Sel.” Jurnal Media Akademik 4, no. 5 (2026). https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/5944.

Sagala, Hairun Tri Wahyuni. “Kajian Teori Pluralisme Hukum terhadap Sistem Hukum di Aceh.” Interdisciplinary Journal on Law, Social Sciences and Humanities 3, no. 2 (2022): 115–29. https://doi.org/10.19184/idj.v3i2.35095.

Suleman, Zulkarnain. “Asas Personalitas Keislaman dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI).” Al-Mizan 9, no. 1 (2013): 181–92. https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/am/article/view/142.

Susylawati, Eka. “Sengketa Kewenangan Pengadilan dalam Perkara Waris Akibat Adanya Pilihan Hukum.” Al-Ihkam 1, no. 1 (2006): 81–96. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v1i1.2554.

Thohari, Ilham. “Konflik Kewenangan antara Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama dalam Menangani Perkara Sengketa Waris Orang Islam.” Universum 9, no. 2 (2015): 173–88. https://doi.org/10.30762/universum.v9i2.84.

Wahyudi, Abdullah Tri. “Kewenangan Absolut Peradilan Agama di Indonesia pada Masa Kolonial Belanda hingga Masa Pasca-Reformasi.” Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam 7, no. 2 (2016): 285–304. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Yudisia/article/view/2156.

Yasmin, Azizah, Hurriyah Aqilah Ramadhoifah, and Aura Rista Afifah. “Peradilan Agama sebagai Lembaga Penegak Hukum Islam di Indonesia.” Sriwijaya Journal of Private Law 1, no. 1 (2024): 83–90. https://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/SJPL/article/view/3373.

Yudhistira S., Dedy. “Pluralisme Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Wakaf di Indonesia.” Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan 7, no. 1 (2022): 87–113. https://doi.org/10.25170/paradigma.v7i1.3019.

Zainullah, Renaldi, and Riesta Yogahastama. “Titik Singgung Pengadilan Umum dan Pengadilan Agama Terkait Sengketa Hak Milik.” Hukum Dinamika Ekselensia 6, no. 4 (2024): 171–84. https://journalversa.com/s/index.php/hde/article/view/3407.

Internet

Asrofi. “Penetapan Asal Usul Anak dan Akibat Hukumnya dalam Hukum Positif.” Pengadilan Agama Mojokerto, June 7, 2022. Accessed November 18, 2023. http://www.pa-mojokerto.go.id/surve-kepuasan/263-penetapan-asal-usul-anak.

CNN Indonesia. “Wenny soal MA Tolak Kasasi Rezky Aditya: Hadiah Terindah bagi Anak.” June 13, 2023. Accessed September 20, 2023. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20230613175032-234-961371/wenny-soal-ma-tolak-kasasi-rezky-aditya-hadiah-terindah-bagi-anak.

Falady, Nadzirotus Sintya. “Polemik Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia Terkait Perlindungan Hak-Hak Anak Luar Kawin dan Peran Penting Pengadilan Agama.” Pengadilan Agama Probolinggo, April 2020. Accessed February 1, 2024. https://pa-probolinggo.go.id/article/Polemik-Hukum-Islam-dan-Hak-Asasi-Manusia-terkait-Perlindungan-Hak-Hak-Anak-Luar-Kawin-dan-Peran-Penting-Pengadilan-Agama.

Law and Regulation

Indonesia. Regeering Reglement (Staatsblad 1855 Nomor 2), Pasal 78.

Indonesia . Staatsblad 1882 Nomor 152 tentang Pembentukan Priesterraad (Pengadilan Agama) di Jawa dan Madura.

Indonesia . Staatsblad 1937 Nomor 116 tentang Perubahan atas Staatsblad 1882 Nomor 152.

Indonesia . Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3019.

Indonesia . Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3327.

Indonesia . Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3400.

Indonesia. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Indonesia . Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4611.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5076.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5077.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 159, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5078.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6401.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor KMA/032/SK/IV/2006 tentang Pemberlakuan Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang Pengujian Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Decided February 17, 2012.

Downloads

Published

2026-09-01

How to Cite

Rahmawati, D., Halim Barkatullah, A., Usman, R., & Nurunnisa, N. (2026). The Intersection of Court Jurisdiction in Handling Cases Involving Children Born out of Wedlock Amidst Family Law Pluralism in Indonesia. Lambung Mangkurat Law Journal, 11(2), 259–275. https://doi.org/10.20527/.v11i2.319

Issue

Section

Articles