Implementation of Notary in Relation to Private Debt Agreeements Recorded in Special Register

Authors

  • Dita Rakhma Septiani Magister Kenotariatan Universitas Padjajaran, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32801/.v11i1.241

Keywords:

Notary, Principle of Prudence, Private Debt Agreement, Special Register, Legal Consequences

Abstract

This research examines the implementation of the principle of prudence by notaries in the registration of private debt agreements in the special register (waarmerking). In Indonesian notarial law, waarmerking is strictly administrative and, pursuant to Article 1875 of the Civil Code (KUHPerdata), does not transform a private deed into an authentic deed. Nevertheless, Article 16 paragraph (1) letter a of the Notary Law (UUJN) explicitly mandates that notaries act honestly, carefully, independently, and impartially in carrying out every professional function. This normative obligation applies not only when drafting authentic deeds, but also when exercising auxiliary administrative authorities such as registration. The study employs a normative juridical method with statutory and doctrinal approaches, drawing on primary and secondary legal sources as well as relevant jurisprudence. The findings demonstrate that failure to apply the principle of prudence in waarmerking generates layered consequences: for the parties, it reduces evidentiary value and creates litigation risks; for the deed, it risks misrepresentation of legal status; and for the notary, it entails civil, administrative, and ethical liability. The conclusion emphasizes that prudential conduct functions as both a normative safeguard and a professional standard, ensuring that administrative acts of registration reinforce, rather than undermine, legal certainty.

References

Books

Adjie, Habib. Hukum Notaris Indonesia: Tafsir Tematik terhadap UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Bandung: Refika Aditama, 2008.

Anshori, Abdul Ghofur. Lembaga Kenotariatan Indonesia. Yogyakarta: UII Press, 2009.

Darus, M. Luthfan Hadi. Hukum Notariat dan Tanggung Jawab Jabatan Notaris. Yogyakarta: UII Press, 2017.

Freddy Haris dan Leny Helena, Notaris Indonesia, Jakarta: Lintas Cetak Publishig, 2017.

Lumban Tobing, G.H.S. Peraturan Jabatan Notaris (Notaris Reglement). Jakarta: Erlangga, various editions.

M Yahya Harahap, Hukum Acara Pedata Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan, (Jakarta: Sinar Grafika, 2006).

Muhammad, Abdulkadir. Etika Profesi Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2018.

Mustofa, Tuntutan Pembuatan Akta-Akta PPAT, Cetakan Ketiga, (Yogyakarta: Penerbit Karya Media, 2014).

Naja, H.R. Daeng. Teknik Pembuatan Akta. Jakarta: Prenadamedia, 2016.

Notosoerjo, R. Soegondo. Hukum Notariat di Indonesia: Suatu Penjelasan. Jakarta: C.V. Rajawali, 2012.

Samsaimun. Pengantar Peraturan Jabatan Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Peralihan Hak Atas Tanah di Indonesia. Bandung: Pustaka Reka Cipta, 2018.

Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1984.

Warmerking, G.H.S. Kedudukan, Kekuatan, dan Akibat Hukum Akta Notaris. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005.

Journal

Azwardi, Meysita Arum. “Prinsip Kehati-Hatian dalam Pembuatan Akta Otentik oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).” Jurnal Kewarganegaraan 6, no. 3 (2022): 434.

Cintiadewi, Ida Ayu Chandra, et al. “Perlindungan Hukum Bagi Notaris dalam Melegalisasi Akta di Bawah Tangan yang Menjadi Objek Sengketa.” Jurnal Prefensi Hukum 1, no. 1 (2020): 190.

Hanim, Lathifah. “Kehati-hatian Notaris dalam Membuat Akta Pengakuan Hutang yang Bermuatan Perjanjian Jual Beli Terselubung.” Jurnal Akta 6, no. 1 (2019): 72–81.

Rahman, Fikri Ariesta. “Penerapan Prinsip Kehati-Hatian Notaris dalam Mengenal Para Penghadap.” Lex Renaissance 3, no. 2 (2018): 424.

Saputra, Denny, and Sri Endah Wahyuningsih. “Prinsip Kehati-Hatian Bagi Notaris/PPAT dalam Menjalankan Tupoksinya dalam Upaya Pencegahan Kriminalisasi Berdasarkan Kode Etik.” Jurnal Akta 4, no. 3 (2017): 351.

Thesis

Khoirunnisa, Safira. Penerapan Prinsip Kehati-hatian oleh PPAT dalam Pembuatan Akta Dihubungkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Skripsi, Universitas Islam Negeri Bandung, 2019.

Internet

Hukumonline. “Perbedaan Akta Otentik, Legalisasi, dan Waarmerking.” Last modified 2020. Accessed September 5, 2025. https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt4e9c60178e4f5/perbedaan-akta-otentik-legalisasi-dan-waarmerking/

Legislation & Case Law

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 117.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 3.

Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah Nomor 90/PDT/2016/PT.SMG Tahun 2016.

Downloads

Published

2026-03-05

How to Cite

Septiani , D. R. (2026). Implementation of Notary in Relation to Private Debt Agreeements Recorded in Special Register. Lambung Mangkurat Law Journal, 11(1), 84–93. https://doi.org/10.32801/.v11i1.241

Issue

Section

Articles