EPT Larangan Penerimaan Titipan Sertifikat Hak Atas Tanah oleh Notaris danKaitannya dengan Kode Etik Notaris

Rika Kumala Sari Rimba

Abstract


Notaris merupakan salah satu profesi hukum yang mempunyai kode etik yang
dibuat oleh Ikatan Notaris Indonesia. Adanya kode etik notaris bertujuan untuk menjaga
perilaku notaris dalam menjalankan jabatannya. Dalam menjalankan jabatannya, notaris
harus menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat jabatan notaris, menjaga
dan membela kehormatan perkumpulan. Tetapi, dalam kenyataannya notaris sering
melakukan hal yang beresiko dalam menjalankan jabatannya, yaitu dengan menerima
penitipan sertifikat hak atas tanah dari para pihak. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui
larangan penerimaan titipan sertifikat hak atas tanah oleh notaris dan mengetahui hubungan
keterkaitan antara larangan penerimaan titipan sertifikat hak atas tanah oleh notaris dengan 

kode etik notaris. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Tipe penelitian:
penelitian terhadap kekosongan hukum dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004
tentang Jabatan Notaris, Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris
Ikatan Notaris Indonesia (I.N.I), yaitu mengenai masalah penerimaan titipan tanda bukti
hak kepemilikan atas tanah para pihak oleh notaris. Sifat penelitian dalam penulisan tesis
ini bersifat deskriptif.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32801/lamlaj.v1i2.18

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lambung Mangkurat Law Journal has been indexed by:

               

 

Member Of 

Plagiarism Detection by

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

<img