Proses Peralihan Hak Milik atas Tanah karena Pewarisan dalam Perkawinan Campuran

Muhammad Irvan, Kurnia Warman, Sri Arnetti

Abstract


Hak atas tanah adalah hak yang memberikan wewenang kepada pemegang
haknya untuk mempergunakan dan mengambil manfaat dari tanah yang dihakinya.
Yang dapat mempunyai hak milik hanya WNI dan badan hukum Indonesia
berdasarkan peraturan pemerintah. Hak milik adalah hak turun temurun, terkuat
dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Namun tidak jarang perolehan
hak milik atas tanah tersebut menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat.
Salah satunya karena terjadinya perkawinan campuran yang akan berdampak terhadap
perolehan hak milik atas tanah akibat pewarisan dalam perkawinan campuran.
Peristiwa hukum yang terjadi karena pewarisan yang menyebabkan beralihnya
hak milik atas tanah tidak mensyaratkan status kewarganegaraan, tetapi ketentuan
peraturan agraria membatasi kepemilikan hak milik atas tanah memberi
waktu untuk mengalihkan hak milik atas tanah yang diwarisi oleh warga negara
asing. Maka identifikasi masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut: (a) Bagaimanakah proses perkawinan campuran menurut hukum perkawinan?
(b) Bagaimanakah peralihan hak milik atas tanah karena pewarisan dalam
perkawinan campuran? (c) Bagaimanakah kedudukan hak milik atas tanah karena
pewarisan dalam perkawinan campuran? Metode penelitian yang digunakan
adalah pendekatan penelitian yuridis empiris. Metode yuridis empiris, yaitu suatu
penelitian yang menggunakan pendekatan terhadap masalah, yang kemudian dihubungkan
dengan fakta-fakta hukum yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa proses perkawinan percampuran dilaksanakan berdasarkan
hukum dari tempat perkawinan tersebut dilaksanakan. Terhadap peralihan hak milik
atas tanah akibat pewarisan dalam perkawinan campuran adalah sama dengan
peralihan hak milik has tanah akibat pewarisan lainnya. Sepanjang pewaris yang
melakukan perkawinan campur yang melakukan perjanjian pisah harta dengan pasangannya
untuk dapat memiliki hak atas tanah. Terhadap ahli waris yang dalam
perkawinan campuran tetap dapat memiliki warisan berupa hak milik atas tanah.
Apabila ahli waris tersebut merupakan WNA, maka ahli waris tersebut harus melepaskan
haknya paling lama dalam waktu satu tahun.

Keywords


Hak Milik Atas Tanah; Pewarisan; Perkawinan Campuran

Full Text:

PDF

References


Ali Afandi, 1997, Hukum Waris Hukum Keluarga dan Hukum Pembuktian, Jakarta: Rineka Cipta.

Abdulkadir Muhammad, 2000, Hukum Perdata Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti, hlm.

Andrian Sutedi, 2006, Peralihan Hak Atas Tanah Dan Pendaftarannya, Jakarta: Sinar Grafika.

Andy Hartanto, 2012, Hukum Harta Kekayaan Perkawinan, Yogyakarta, Laksbang Grafika.

Bambang Sunggono, 1997, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: PT Grafindo Persada.

Boedi Harsono, 2002, Hukum Agraria Indonesia, Himpunan Peraturan-Peraturan Hukum Tanah, Edisi Revisi, Jakarta: Djambatan.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, 1985, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Happy Susanto, 2008, Pembagian Harta Gono-gini Saat Terjadi Perceraian, Jakarta: Visimedia.

Hilman Hadikusuma, 1990, Hukum Perkawinan Indonesia Menurut Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama, Bandung: Mandar Maju.

Irma Devita Purnamasari, 2011, Kiat-Kiat Cerdas, Mudah dan Bijak Memahami Masalah Hukum Pertanahan, Jakarta: Kaifa.

Martiman Prodjohamidjojo, 2002, Hukum Perkawinan Indonesia, Jakarta: Indonesia Legal Centre Publishing.

M. Arba, 2015, Hukum Agraria Indonesia, Jakarta:Sinar Grafika.

Subekti, 2001, Pokok-Pokok Hukum Perdata, Jakarta: Intermasa.

Urip Santoso, 2005, Hukum Agraria dan Hak-Hak Atas Tanah, Jakarta: Kencana.

Urip Santoso, 2015, Perolehan Hak Atas Tanah, Jakarta: Prenadamedia Group.




DOI: http://dx.doi.org/10.32801/lamlaj.v4i2.120

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.32801/lamlaj.v4i2.120.g189

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Lambung Mangkurat Law Journal has been indexed by:

               

 

Member Of 

Plagiarism Detection by

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

<img